MANGGA memang dikenal mengandung zat antioksidan yang menetralisasi radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh dan berujung pada masalah kesehatan seperti jantung, kanker, dan penuaan dini. Namun, sebenarnya masih banyak lagi manfaat dai buah beraroma harum ini, berikut beberapa di antaranya:
1. Kandungan zat besinya yang tinggi baik bagi ibu hamil dan penderita anemia. Tapi, jangan sampai berlebih, berkonsultasilah dahulu dengan dokter untukmendapatkan takaran yang sesuai dengan kondisi Anda.
2. Anda dipusingkan dengan masalah penyumbatan pori-pori wajah? Tempelkanlah irisan mangga ke wajah Anda kemudian bersihkan setelah sepuluh menit.
3. Bila Anda memiliki masalah dengan saluran pencernaan, tak ada buah yang dapat membantu banyak seperti halnya mangga. Mangga dapat melancarkan pencernaan karena mengandung enzim yang membentu mencerna protein.
4. Mangga kaya akan kalium sehingga baik untuk menurunkan tekanan darah. Selain itu, mangga juga mengandung pektin, bahan serat yang dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam tubuh.
5. Anda tengah berupaya menaikkan berat badan? Masukkanlah mangga ke menu harian Anda. Mangga kaya akan kalori dan karbohidrat yang menyehatkan serta menambah daya tahan tubuh.
6. Beberapa penelitian menyatakan memakan mangga dapat memperkecil risiko terkena pembentukan batu ginjal.
7. Sedang belajar untuk ujian? Buah ini juga kaya kan asam glutamin yakni protein penting untuk konsentrasi dan memori. Daripada mencamil keripik dan kue kering, lebih baik memakan irisan mangga sembari belajar.
8. Meski secara tradisional tidak dianggap sebagai afrodisiak, mangga mengandung vitamin E yang membantung meningkatkan kehidupan seks seseorang. Vitamin E memang berfungsi mengatur hormon seks seseorang.Jadi, jangan tunggu sampai musim mangga datang, makanlah sekarang sebagai buah pendamping saat sahur ataupun berbuka puasa. (Pri/OL-06)
Minggu, 13 Februari 2011
Mangga Kaya Antioksidan Betakaroten
Mangga Kaya Antioksidan Betakaroten
Gizi.net - Mangga tergolong kelompok buah “batu” berdaging dengan bentuk, ukuran, warna, dan citarasa (aroma-rasa-tekstur) beraneka. Bentuk mangga ada yang bulat penuh, seperti mangga gedong, dan bulat panjang, seperti mangga harumanis dan mangga manalagi, Mangga kopek berbentuk bulat pipih, sedang mangga golek lonjong.
Kendati bentuk, ukuran, warna, dan citarasa buah mangga beragam. Dari segi gizi semuanya hampir tidak jauh berbeda. Mangga ranum segar mengandung air sekitar 82 persen, vitamin C 41 mg, dan energi/kalori 73 Kal per 100 gram. Pada setiap 100 gram mangga muda, mangga yang masih mentah—terkandung air lebih kurang 84 persen, vitamin C 65 mg, dan energi 66 Kal. Energi dalam mangga muda rendah karena lebih banyak mengandung zat pati, yang akan berubah menjadi gula dalam proses pematangan.
Sebagian besar energi mangga berasal dari karbohidrat berupa gula, yang membuatnya terasa manis. Kandungan gula ini didominasi oleh gula golongan sukrosa. Kandungan gula dalam mangga berkisar 7-12 persen. Namun, jenis mangga manis dapat mencapai 16-18 persen.
Antioksidan
Mangga pun merupakan sumber beta-karoten , kalium, dan vitamin C. Beta-karoten adalah zat yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A (zat gizi yang penting untuk fungsi retina). Beta-karoten (dan vitaminC) juga tergolong antioksidan, senyawa yang dapat memberikan perlindungan terhadap kanker karena dapat menetralkan radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul-molekul tak stabil yang dihasilkan oleh berbagai proses kimia normal tubuh, radiasi matahari atau kosmis, asap rokok, dan pengaruh-pengaruh lingkungan lainnya.
Di dalam tubuh, mayoritas radikal bebas berasal dari proses kimia kompleks saat oksigen digunakan di dalam sel. Radikal-radikal bebas yang secara kimia tidak lengkap tersebut dapat “mencuri” partikel dari molekul-molekul yang lain.
Ia kemudian menghasilkan senyawa-senyawa abnormal dan membuat reaksi berantai yang dapat merusak sel, dengan menyebabkan perubahan mendasar pada materi genetis dan bagian-bagian penting sel lainnya. Sederhananya, cara radikal bebas merusak sel-sel tubuh, sama dengan proses oksigen menyebabkan kertas berubah menjadi kuning atau mentega menjadi tengik. Zat-zat gizi antioksidan, seperti beta-karoten dan vitamin C, membuat radikal bebas tak berbahaya dengan menetralkannya.
Zat-zat gizi antioksidan itu terkandung melimpah pada buah mangga. Kandungan beta-karoten dan vitamin C (beserta kalium, aktivitas vitamin A, karbohidrat, energi dan air) dari beberapa macam mangga tiap 100 gram dapat dilihat pada beberapa perpustakaan.
Vitamin C
Di samping berfungsi sebagai antioksidan, vitamin C memiliki fungsi menjaga dan memacu kesehatan pembuluh-pembuluh kapiler, kesehatan gigi dan gusi. Ia membantu penyerapan zat besi dan dapat menghambat produksi natrosamin , satu zat pemicu kanker. Vitamin C mampu pula membuat jaringan penghubung tetap normal dan membantu penyembuhan luka.
Kandungan vitamin C mangga cukup layak diperhitungkan. Setiap 100 gram bagian mangga masak yang dapat dimakan memasok vitamin C sebanyak 41 mg, mangga muda bahkan hingga 65 mg. Berarti, dengan mengkonsumsi mangga ranum 150 gram atau mangga golek 200 gram (1/2 buah ukuran kecil), kecukupan vitamin C yang dianjurkan untuk laki-laki dan perempuan dewasa per hari (masing-masing 60 mg) dapat terpenuhi.
Kalium dan stroke
Kalium mempunyai fungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kotraksi otot, dan membantu tekanan darah. Konsumsi kalium yang memadai dapat mengurangi efek natrium dalam meningkatkan tekanan darah, dan secara bebas memberikan kontribusi terhadap penurunan risiko karena stroke.
Satu penelitian menunjukkan bahwa bila seseorang menambahkan sepotong buah tinggi kalium ke dalam pola makanan sehari-hari, risiko terkena stroke fatal dapat dikurangi sebesar 40 persen. Konsumsi ekstra kalium sebanyak 400 mg setiap hari dapat mengurangi kemungkinan mendapat penyakit jantung dan pembuluh darah.
Kalium terdapat melimpah pada mangga. Tiap 100 gram mangga terkandung kalium sebesar 189 mg. Dengan mengkonsumsi sebuah mangga harumanis ukuran sangat kecil (minimal 250 gram), atau sebuah mangga gedong ukuran sedang (200-250 g), kecukupan kalium sebanyak 400 mg per hari dapat terpenuhi.
Anda yang ingin membeli mangga bisa memilih mangga yang baik dengan warna hijau kekuning-kuningan, kulit licin, dan aroma yang manis. Hindarilah memilih buah yang terlalu keras atau terlampau lembek, memar, atau berbau fermentasi. (Nurfi Afriansyah, peneliti pada Pusat Litbang Gizi Depkes RI)
Gizi.net - Mangga tergolong kelompok buah “batu” berdaging dengan bentuk, ukuran, warna, dan citarasa (aroma-rasa-tekstur) beraneka. Bentuk mangga ada yang bulat penuh, seperti mangga gedong, dan bulat panjang, seperti mangga harumanis dan mangga manalagi, Mangga kopek berbentuk bulat pipih, sedang mangga golek lonjong.
Kendati bentuk, ukuran, warna, dan citarasa buah mangga beragam. Dari segi gizi semuanya hampir tidak jauh berbeda. Mangga ranum segar mengandung air sekitar 82 persen, vitamin C 41 mg, dan energi/kalori 73 Kal per 100 gram. Pada setiap 100 gram mangga muda, mangga yang masih mentah—terkandung air lebih kurang 84 persen, vitamin C 65 mg, dan energi 66 Kal. Energi dalam mangga muda rendah karena lebih banyak mengandung zat pati, yang akan berubah menjadi gula dalam proses pematangan.
Sebagian besar energi mangga berasal dari karbohidrat berupa gula, yang membuatnya terasa manis. Kandungan gula ini didominasi oleh gula golongan sukrosa. Kandungan gula dalam mangga berkisar 7-12 persen. Namun, jenis mangga manis dapat mencapai 16-18 persen.
Antioksidan
Mangga pun merupakan sumber beta-karoten , kalium, dan vitamin C. Beta-karoten adalah zat yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A (zat gizi yang penting untuk fungsi retina). Beta-karoten (dan vitaminC) juga tergolong antioksidan, senyawa yang dapat memberikan perlindungan terhadap kanker karena dapat menetralkan radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul-molekul tak stabil yang dihasilkan oleh berbagai proses kimia normal tubuh, radiasi matahari atau kosmis, asap rokok, dan pengaruh-pengaruh lingkungan lainnya.
Di dalam tubuh, mayoritas radikal bebas berasal dari proses kimia kompleks saat oksigen digunakan di dalam sel. Radikal-radikal bebas yang secara kimia tidak lengkap tersebut dapat “mencuri” partikel dari molekul-molekul yang lain.
Ia kemudian menghasilkan senyawa-senyawa abnormal dan membuat reaksi berantai yang dapat merusak sel, dengan menyebabkan perubahan mendasar pada materi genetis dan bagian-bagian penting sel lainnya. Sederhananya, cara radikal bebas merusak sel-sel tubuh, sama dengan proses oksigen menyebabkan kertas berubah menjadi kuning atau mentega menjadi tengik. Zat-zat gizi antioksidan, seperti beta-karoten dan vitamin C, membuat radikal bebas tak berbahaya dengan menetralkannya.
Zat-zat gizi antioksidan itu terkandung melimpah pada buah mangga. Kandungan beta-karoten dan vitamin C (beserta kalium, aktivitas vitamin A, karbohidrat, energi dan air) dari beberapa macam mangga tiap 100 gram dapat dilihat pada beberapa perpustakaan.
Vitamin C
Di samping berfungsi sebagai antioksidan, vitamin C memiliki fungsi menjaga dan memacu kesehatan pembuluh-pembuluh kapiler, kesehatan gigi dan gusi. Ia membantu penyerapan zat besi dan dapat menghambat produksi natrosamin , satu zat pemicu kanker. Vitamin C mampu pula membuat jaringan penghubung tetap normal dan membantu penyembuhan luka.
Kandungan vitamin C mangga cukup layak diperhitungkan. Setiap 100 gram bagian mangga masak yang dapat dimakan memasok vitamin C sebanyak 41 mg, mangga muda bahkan hingga 65 mg. Berarti, dengan mengkonsumsi mangga ranum 150 gram atau mangga golek 200 gram (1/2 buah ukuran kecil), kecukupan vitamin C yang dianjurkan untuk laki-laki dan perempuan dewasa per hari (masing-masing 60 mg) dapat terpenuhi.
Kalium dan stroke
Kalium mempunyai fungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kotraksi otot, dan membantu tekanan darah. Konsumsi kalium yang memadai dapat mengurangi efek natrium dalam meningkatkan tekanan darah, dan secara bebas memberikan kontribusi terhadap penurunan risiko karena stroke.
Satu penelitian menunjukkan bahwa bila seseorang menambahkan sepotong buah tinggi kalium ke dalam pola makanan sehari-hari, risiko terkena stroke fatal dapat dikurangi sebesar 40 persen. Konsumsi ekstra kalium sebanyak 400 mg setiap hari dapat mengurangi kemungkinan mendapat penyakit jantung dan pembuluh darah.
Kalium terdapat melimpah pada mangga. Tiap 100 gram mangga terkandung kalium sebesar 189 mg. Dengan mengkonsumsi sebuah mangga harumanis ukuran sangat kecil (minimal 250 gram), atau sebuah mangga gedong ukuran sedang (200-250 g), kecukupan kalium sebanyak 400 mg per hari dapat terpenuhi.
Anda yang ingin membeli mangga bisa memilih mangga yang baik dengan warna hijau kekuning-kuningan, kulit licin, dan aroma yang manis. Hindarilah memilih buah yang terlalu keras atau terlampau lembek, memar, atau berbau fermentasi. (Nurfi Afriansyah, peneliti pada Pusat Litbang Gizi Depkes RI)
Minggu, 06 Februari 2011
Sekarang Mangga bisa dijadikan Wine
Ilmuwan dari India Utara berhasil membuat wine yang berbahan baku mangga. Mereka berharap temuan ini akan menambah ragam wine di pasaran.
http://www.bar.gov.ph/images/mango%20wine.jpg
"Kami menggunakan tiga jenis mangga lokal yang ada di wilayah Uttar Pradesh, yaitu Dussehri, Langra, dan Chausa," ujar ilmuwan dari Central Institute of Subtropical Horticultural Research di Lucknow, India, Neelima Garg, seperti dikutip melalui Strait Times, Jumat (27/8/2010).
India sendiri saat ini memang terkenal sebagai negara penghasil mangga terbanyak. Di negara ini setidaknya ada sekira 1.000 varietas mangga. Hal ini cukup berpotensi untuk diolah menjadi industri minuman seperti wine.
"Kami pikir jika Prancis, Italia dan Australia terkenal sebagai produsen wine karena mereka merupakan negara penghasil anggur terbanyak, mengapa India tidak bisa melakukan hal yang sama dengan mangga." ujar Garg.
"Dengan mangga yang berbeda varietas, kami pun bisa membuat wine dengan berbagai rasa," tambah Garg yang mengaku telah mengerjakan penelitian ini selama dua tahun.
http://www.bar.gov.ph/images/mango%20wine.jpg
"Kami menggunakan tiga jenis mangga lokal yang ada di wilayah Uttar Pradesh, yaitu Dussehri, Langra, dan Chausa," ujar ilmuwan dari Central Institute of Subtropical Horticultural Research di Lucknow, India, Neelima Garg, seperti dikutip melalui Strait Times, Jumat (27/8/2010).
India sendiri saat ini memang terkenal sebagai negara penghasil mangga terbanyak. Di negara ini setidaknya ada sekira 1.000 varietas mangga. Hal ini cukup berpotensi untuk diolah menjadi industri minuman seperti wine.
"Kami pikir jika Prancis, Italia dan Australia terkenal sebagai produsen wine karena mereka merupakan negara penghasil anggur terbanyak, mengapa India tidak bisa melakukan hal yang sama dengan mangga." ujar Garg.
"Dengan mangga yang berbeda varietas, kami pun bisa membuat wine dengan berbagai rasa," tambah Garg yang mengaku telah mengerjakan penelitian ini selama dua tahun.
Mangga Kelapa yang Semakin Langka!
Mangga ini beratnya dapat mencapai antara 0.8-2 kg (yang paling dominan 1 kg-an) per buah. Dinamakan mangga kelapa karena bentuk dan ukuran buahnya mirip Kelapa gading dan berwarna hijau. Daging buahnya tebal dan bijinya relatif kecil , teksturnya lunak tak berserat, dan kandungan airnya banyak. Rasanya manis dan segar. Dibanding varietas mangga yang lain, mangga kelapa ini cukup unik, panjang tangkai buahnya dapat mencapai 0,5 m dan setiap tangkai hanya digantungi satu buah (ini yang merupakan salah satu kelemahannya namun jangan keburu dicoret dari daftar koleksi karena mangga ini mampu berbuah sepanjang musim sepanjang dirawat dan dipupuk secara benar). Mangga istimewa dan termasuk langka ini diyakini berasal dari Medan, Sumatera Utara.
Mangga kelapa
Mangga kelapa
Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang baik di daerah dengan ketinggian antara 0-300 m dpl. Namun demikian, tanaman ini juga masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1.300 m dpl. Jenis tanah yang disukainya adalah tanah yang gembur, berdrainase baik, ber-pH antara 5,5-6, dan dengan kedalaman air tanah antara 50-150 cm. Bagusnya sih dibuat tabulampot saja, karena tanaman ini bertajuk bagus dan tidak terlalu tinggi. Selain itu dengan tabulampot pemberian nutrisi bisa dikontrol dengan lebih baik (koleksi kami ditabulampot berasal dari stek, tanaman umur sekitar 1 tahun dengan tinggi sekitar 75cm sudah mulai belajar berbunga) Pupuk yang perlu diberikan sebaiknya adalah campuran 200 g urea, 500 g TSP, dan 150 g KCl per tanaman dengan ditambah sekitar 20kg pupuk kandang. Untuk tabulampot ukuran diameter pot 45cm koleksi kami, pada saat tanam kami berikan pupuk phonska 2 sendok makan dan pupuk kandang sekitar 20kg. sedangkan untuk perawatan 1 sendok makan phonska (atau disesuaikan dengan besarnya tanaman) sebulan sekali , pupuk NPK cair yang mengandung GA3 21% empat kali per-dua minggu, pada masa berbunga. Oh ya sedikit pesan klasik jangan segan untuk memangkas bila tinggi batang sudah mencapai 1m supaya lebih produktif.
Masa panen (honeymoon-nya penghobi buah) ialah sekitar 4-5 bulan (110-150 hari) sejak bunga mekar. Petiklah buah yang masak pohon, cirinya bagian pangkal buah telah membengkak rata dan warnanya mulai menguning. Kalau dipetik saat masih belum tua rasanya agak masam. Pemetikan harus hati-hati, tidak boleh jatuh, dan getahnya tidak boleh mengenai buah mangga tersebut. Umumnya, tanaman mangga berbunga pada bulan Juni-Agustus, jadi perkiraan masa panen adalah pada bulan September-Desember
Mangga kelapa
Mangga kelapa
Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang baik di daerah dengan ketinggian antara 0-300 m dpl. Namun demikian, tanaman ini juga masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1.300 m dpl. Jenis tanah yang disukainya adalah tanah yang gembur, berdrainase baik, ber-pH antara 5,5-6, dan dengan kedalaman air tanah antara 50-150 cm. Bagusnya sih dibuat tabulampot saja, karena tanaman ini bertajuk bagus dan tidak terlalu tinggi. Selain itu dengan tabulampot pemberian nutrisi bisa dikontrol dengan lebih baik (koleksi kami ditabulampot berasal dari stek, tanaman umur sekitar 1 tahun dengan tinggi sekitar 75cm sudah mulai belajar berbunga) Pupuk yang perlu diberikan sebaiknya adalah campuran 200 g urea, 500 g TSP, dan 150 g KCl per tanaman dengan ditambah sekitar 20kg pupuk kandang. Untuk tabulampot ukuran diameter pot 45cm koleksi kami, pada saat tanam kami berikan pupuk phonska 2 sendok makan dan pupuk kandang sekitar 20kg. sedangkan untuk perawatan 1 sendok makan phonska (atau disesuaikan dengan besarnya tanaman) sebulan sekali , pupuk NPK cair yang mengandung GA3 21% empat kali per-dua minggu, pada masa berbunga. Oh ya sedikit pesan klasik jangan segan untuk memangkas bila tinggi batang sudah mencapai 1m supaya lebih produktif.
Masa panen (honeymoon-nya penghobi buah) ialah sekitar 4-5 bulan (110-150 hari) sejak bunga mekar. Petiklah buah yang masak pohon, cirinya bagian pangkal buah telah membengkak rata dan warnanya mulai menguning. Kalau dipetik saat masih belum tua rasanya agak masam. Pemetikan harus hati-hati, tidak boleh jatuh, dan getahnya tidak boleh mengenai buah mangga tersebut. Umumnya, tanaman mangga berbunga pada bulan Juni-Agustus, jadi perkiraan masa panen adalah pada bulan September-Desember
mangga
Mangga
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| ?Mangga | ||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Buah mangga gedong | ||||||||||||||
| Klasifikasi ilmiah | ||||||||||||||
| ||||||||||||||
| Nama binomial | ||||||||||||||
| Mangifera indica L. |
Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m.
Nama buah ini berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti: “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”.
Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh (Jw.).
Daftar isi[sembunyikan] |
[sunting] Pemeliharaan
Pohon mangga berperawakan besar, dapat mencapai tinggi 40 m atau lebih, meski kebanyakan mangga peliharaan hanya sekitar 10 m atau kurang. Batang mangga tegak, bercabang agak kuat; dengan daun-daun lebat membentuk tajuk yang indah berbentuk kubah, oval atau memanjang, dengan diameter sampai 10 m. Kulit batangnya tebal dan kasar dengan banyak celah-celah kecil dan sisik-sisik bekas tangkai daun. Warna pepagan (kulit batang) yang sudah tua biasanya coklat keabuan, kelabu tua sampai hampir hitam.Mangga berakar tunggang yang bercabang-cabang, sangat panjang hingga bisa mencapai 6 m. Akar cabang makin ke bawah semakin sedikit, paling banyak akar cabang pada kedalaman lebih kurang 30-60 cm.
Daun tunggal, dengan letak tersebar, tanpa daun penumpu. Panjang tangkai daun bervariasi dari 1,25-12,5 cm, bagian pangkalnya membesar dan pada sisi sebelah atas ada alurnya. Aturan letak daun pada batang biasanya 3/8, tetapi makin mendekati ujung, letaknya makin berdekatan sehingga nampaknya seperti dalam lingkaran (roset).
Helai daun bervariasi namun kebanyakan berbentuk jorong sampai lanset, 2-10 × 8-40 cm, agak liat seperti kulit, hijau tua berkilap, berpangkal melancip dengan tepi daun bergelombang dan ujung meluncip, dengan 12-30 tulang daun sekunder. Beberapa variasi bentuk daun mangga:
- Lonjong dan ujungnya seperti mata tombak.
- Berbentuk bulat telur, ujungnya runcing seperti mata tombak.
- Berbentuk segi empat, tetapi ujungnya runcing.
- Berbentuk segi empat, ujungnya membulat.
[sunting] Bunga
Berumah satu (monoecious), bunga mangga merupakan bunga majemuk yang berkarang dalam malai bercabang banyak di ujung ranting. Karangan bunga biasanya berbulu, tetapi sebagian ada juga yang gundul, kuning kehijauan, sampai 40 cm panjangnya. Bunga majemuk ini terdiri dari sumbu utama yang mempunyai banyak cabang utama. Setiap cabang utama ini mempunyai banyak cabang-cabang, yakni cabang kedua. Ada kemungkinan cabang bunga kedua ini mempunyai suatu kelompok yang terdiri dari 3 bunga atau mempunyai cabang tiga. Setiap kelompok tiga bunga terdiri dari tiga kuntum bunga dan setiap kuntum bertangkai pendek dengan daun kecil. Jumlah bunga pada setiap bunga majemuk bisa mencapai 1000-6000.Bunga-bunga dalam karangan berkelamin campuran, ada yang jantan dan ada pula yang hermafrodit (berkelamin dua). Besarnya bunga lebih kurang 6-8 mm. Bunga jantan lebih banyak daripada bunga hermafrodit, dan jumlah bunga hermafrodit inilah yang menentukan terbentuknya buah. Persentase bunga hermafrodit bermacam-macam, tergantung dari varietasnya, yaitu antara 1,25%-77,9%; sementara yang mempunyai bakal buah normal kira-kira 5-10%.
Bunga mangga biasanya bertangkai pendek, jarang sekali yang bertangkai panjang, dan berbau harum. Kelopak bunga biasanya bertaju 5; demikian juga mahkota bunga terdiri dari 5 daun bunga, tetapi kadang-kadang ada yang 4 sampai 8. Warnanya kuning pucat, sedangkan pada bagian tengah terdapat garis timbul berjumlah 3 sampai 5 yang warnanya sedikit tua. Bagian tepi daun mahkota berwarna putih. Pada waktu akan layu, warna mahkota bunga tadi menjadi kemerahan.
Benang sari berjumlah 5 buah, tetapi yang subur hanya satu atau dua buah sedangkan yang lainnya steril. Benang sari yang subur biasanya hampir sama panjang dengan putik, yakni kira-kira 2 mm, sedangkan yang steril lebih pendek. Kepala putik berwarna kemerah-merahan dan akan berubah warna menjadi ungu pada waktu kepala sari membuka untuk memberi kesempatan kepada tepung sari yang telah dewasa untuk menyerbuki kepala putik. Bentuk tepung sari biasanya bulat panjang, lebih kurang 20-35 mikron.
Bakal buahnya tidak bertangkai dan terdapat dalam suatu ruangan, serta terletak pada suatu piringan. Tangkai putik mulai dari tepi bakal buah dan ujungnya terdapat kepala putik yang bentuknya sederhana. Dalam suatu bunga kadang-kadang terdapat tiga bakal buah.
[sunting] Buah
Buah mangga termasuk kelompok buah batu (drupa) yang berdaging, dengan ukuran dan bentuk yang sangat berubah-ubah bergantung pada macamnya, mulai dari bulat (misalnya mangga gedong), bulat telur (gadung, indramayu, arumanis) hingga lonjong memanjang (mangga golek). Panjang buah kira-kira 2,5-30 cm. Pada bagian ujung buah, ada bagian yang runcing yang disebut paruh. Di atas paruh ada bagian yang membengkok yang disebut sinus, yang dilanjutkan ke bagian perut.Kulit buah agak tebal berbintik-bintik kelenjar; hijau, kekuningan atau kemerahan bila masak. Daging buah jika masak berwarna merah jingga, kuning atau krem, berserabut atau tidak, manis sampai masam dengan banyak air dan berbau kuat sampai lemah. Biji berwarna putih, gepeng memanjang tertutup endokarp yang tebal, mengayu dan berserat. Biji ini terdiri dari dua keping; ada yang monoembrional dan ada pula yang poliembrional.
[sunting] Hasil dan kegunaan
Mangga terutama ditanam untuk buahnya. Buah yang matang umum dimakan dalam keadaan segar, sebagai buah meja atau campuran es, dalam bentuk irisan atau diblender. Buah yang muda kerapkali dirujak, atau dijajakan di tepi jalan setelah dikupas, dibelah-belah dan dilengkapi bumbu garam dengan cabai. Buah mangga juga diolah sebagai manisan, irisan buah kering, dikalengkan dan lain-lain. Di pelbagai daerah di Indonesia, mangga (tua atau muda) yang masam kerap dijadikan campuran sambal atau masakan ikan dan daging.Biji mangga dapat dijadikan pakan ternak atau unggas; di India bahkan dijadikan bahan pangan di masa paceklik. Daun mudanya dilalap atau dijadikan sayuran. Kayu mangga cukup kuat, keras dan mudah dikerjakan; namun kurang awet untuk penggunaan di luar. Kayu ini juga dapat dijadikan arang yang baik.
Daun mangga mengandung senyawa organik tarakserol-3beta dan ekstrak etil asetat yang bersinergis dengan insulin mengaktivasi GLUT4, dan menstimulasi sintesis glikogen, sehingga dapat menurunkan gejala hiperglisemia.[1]
Mangga terutama dihasilkan oleh negara-negara India, Tiongkok, Meksiko, Thailand, Pakistan, Indonesia, Brasil, Filipina, dan Bangladesh. Total produksi dunia di tahun ‘80an sekitar 15 juta ton, namun hanya sekitar 90.000 ton (1985) yang diperdagangkan di tingkat dunia. Artinya, sebagian besar mangga dikonsumsi secara lokal.
Sementara itu pasar utama mangga adalah Asia Tenggara, Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Singapura, Hong Kong dan Jepang merupakan pengimpor yang terbesar di Asia. Gambaran produksi mangga tahun 2007 dapat dilihat pada tabel di bawah.
mengenai mangga
manGga…

Mangga (Mangifera) adalah sejenis buah-buahan yang mungkin setiap orang menyukainya.
Pohon mangga banyak di jumpai di sekitar kita, di pekarangan rumah,di dikebun-kebun, dan dipinggir jalanpun banyak dijumpai pohon mangga. Karena bisa tumbuh di wilayah tropis di seluruh dunia.
Banyak jenis-jenis mangga yang kita ketahui (menurut wikipedia indonesia) diantaranya:
Sebagian ahli menyebutkan bahwa marga ini beranggotakan sekitar 35-40 spesies, namun ada pula yang memperkirakan anggotanya mencapai hampir 70 spesies. Borneo memiliki jumlah jenis terbanyak, sekitar 31 spesies, sehingga diperkirakan sebagai salah satu pusat keragaman jenisnya.
Jenis-jenisnya, di antaranya termasuk:
- Mangifera altissima Blanco, (sinonim: M. rumphii, M. merrili, Buchanania reticulata); medang kok, embacang (Ind.), paho, pahutan (Tagalog). Buahnya dimakan, baik muda maupun tua, segar ataupun diolah. Dipasarkan secara lokal di Filipina dan Indonesia timur (Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) sampai ke Solomon.
- Mangifera applanata Kostermans. Pohon tinggi sampai 40 m, kayunya berkualitas cukup baik sebagai bahan bangunan meski tidak begitu awet. Buahnya yang sangat masam digunakan sebagai campuran sambal. Sering dan banyak ditanam di kebun.
- Mangifera caesia Jack (sin. M. verticillata); binjai, belenu, beluno (Mly., Ind.), binglu (Sd.), wani (Bali), bauno, bayuno (Cebu, Bisaya), bin yaa (Thailand). Buah masak berbau sangat harum; dimakan segar atau digunakan sebagai campuran minuman. Daging buah masak juga diawetkan untuk campuran sambal.
- Mangifera campnospermoides Kostermans. Endemik di Kalimantan.
- Mangifera casturi Kostermans; mangga kasturi. Endemik di Borneo. Buahnya kecil, sekitar 4,5 × 6 cm, hijau, merah jambu atau kehitaman, manis dan disukai orang.
- Mangifera cochinchinensis Pierre; mamuang-kilen (Thai). Endemik di Thailand dan Indocina. Buah cukup digemari penduduk setempat.
- Mangifera decandra Ding Hou; konjot, konyot besi (Kalimantan), binjai, komang bakad (Sumatra). Buah serupa binjai yang besar, 8-10,5 × 12-16 cm, masam rasanya.
- Mangifera dewildei Kostermans. Endemik di Sumatra.
- Mangifera duperreana Pierre (sin. Phanrangia poilanei); mamuang kau (Thai). Menyebar di Thailand dan Indocina, sangat jarang.
- Mangifera foetida Loureiro (sin. M. horsfieldii); bacang, embacang, macang (Ind., Mly.), limus (Sd.), ma chai (Thai), asam hambawang (Kalsel), bakumpai (Kalteng). Buah mengandung getah yang tajam dan gatal. Buah muda direndam di air garam, sebelum digunakan dalam rujak, asinan atau sambal. Pada buah yang masak, getah gatal terbatas berada pada kulit, sehingga setelah cukup tebal dikupas, daging buahnya yang manis masam aman untuk dikonsumsi langsung dalam keadaan segar. Bau keras harum serupa terpentin.
- Mangifera gedebe Miquel; kedepir (Jw.), gedepir (Sum.), kepi (Kal.), repik, repeh (Kalteng). Buah dimakan ketika muda. Buah masak terlalu sedikit dagingnya, keras dan masam. Pohon tepi sungai, tepi danau dan daerah berawa. Sudah langka.
- Mangifera griffithii Hooker f. (sin. M. microphylla, M. sclerophylla, M. beccari); asam rawa, rawa-rawa, rawah, raba (Kal.). Buah kuning kemerahan sampai kehitaman, enak dan manis rasanya.
- Mangifera havilandii Ridley; asam bulitisan, asam damaran, asam raba (Mly.). Tersebar luas di Borneo, jarang. Buah kecil tetapi manis.
- Mangifera indica L.; mangga. Buah beraneka bentuk, ukuran, dan rasanya. Merupakan komoditas perdagangan internasional dan dibudidayakan secara luas di dunia.
- Mangifera inocarpoides Merril et Perry. Papua Nugini.
- Mangifera kemanga Blume (dahulu dimasukkan ke dalam M. caesia var. kemanga. syn. M. polycarpa); kemang. Sangat mirip binjai, dan daerah persebarannya bertumpang tindih. Buah muda kemang dapat dirujak.
- Mangifera lagenifera Griffith; lanjut, langoot (Mly.). Buah masam dan berserabut.
- Mangifera lalijiwa Kostermans; mangga lalijiwa. Buah seperti mangga, terancam kepunahan.
- Mangifera laurina Blume (sin. M. longipes, M. parih, M. sumatrana); mangga pari (Sd.), empelam, mempelam (Mly.), pelem kecik (Jw.), asam buluh (Kalsel), apali (Fil.), mamuang kaleng (Thai). Pohon dan buahnya mirip dengan mangga, M. indica, hanya lebih kecil, kuning pucat, dengan daging buah berwarna kuning, lembut, berserat dan penuh sari buah.
- Mangifera leschenaultii Marchand; berkerabat dekat dengan bacang, M. foetida.
- Mangifera macrocarpa Blume (sin. M. fragrans Maingay ex Hooker f.); macang api (Mly.), haju (Sum.), ki pari (Sd.). Menyebar di Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Borneo dan Jawa Barat. Buah besar dan dapat dimakan.
- Mangifera magnifica Kochummen. Pohon besar, hingga 54 m. Buahnya masam dan biasa digunakan sebagai campuran sambal.
- Mangifera mekongensis
- Mangifera microphylla Griffith ex Hooker f. Hanya satu kali tercatat dari Serawak.
- Mangifera minor Blume; fo karuku (Slw.), koai (Papua). Buahnya sepat, kayunya untuk perabot rumahtangga.
- Mangifera minutifolia Evrard. Vietnam. Buahnya dimakan.
- Mangifera monandra Merril (sin. M. philippinensis); kalamansanai (Tagalog). Buahnya dimakan ketika muda.
- Mangifera odorata Griffith (sin. M. foetida var odorata, var kawini dan var bombom, M. oblongifolia); kuweni, kaweni, kweni, kuini, kebembem, bembem (Mly., Jw. Dan Sd.), huani, wani, uani, juani (Fil.), mamuang chingreet, kinning (Thai). Seperti bacang, hanya lebih harum dan halus, rasanya manis asam dengan sari buah yang banyak, sangat enak.
- Mangifera pajang Kostermans; asam payang (Kutai, embawang, hambawang, hambangan, bambangan (Mly.). Endemik di Borneo. Buah berukuran besar, bulat atau bulat telur, 6,5-17 × 9,5-30 cm, kasar dan kecoklatan, dengan daging buah yang manis-asam dan harum, kuning tua, berserat.
- Mangifera pedicellata Kostermans. Endemik di Karimunjawa.
- Mangifera pentandra Hooker f. (sin. M. lanceolata); mangga bemban, pauh asal, pauh damar (Mly.), mamuang paa (Thai). Seperti mangga pari (M. laurina).
- Mangifera persiciformis. Endemik di Yunnan, Cina selatan.
- Mangifera quadrifida Jack (sin M. rigida, M. spathulaefolia, M. langong, M. maingayi, M. longipetiolata); asam kumbang, asam rawa (Mly.), sommuang khan (Thai). Di Semenanjung Malaya, Sumatra dan Borneo. Buah rasanya manis asam. Jarang.
- Mangifera reba Pierre; svai reba, svai meas (Kamboja). Menyebar di Vietnam dan Kamboja. Buahnya dimakan.
- Mangifera rubropetala Kostermans. Dari Sumatra, Jawa dan Borneo.
- Mangifera rufocostata Kostermans; asam kiat. Terbatas di Indonesia dan Malaysia.
- Mangifera siamensis Warburg ex Craib; muang khi-ya (Thai). Terbatas di Thailand.
- Mangifera similis Blume; tajas, asam rawa, asam (Mly.), pipit (Kal.). Buahnya dimakan, asam manis. Terbatas di Sumatra dan Kalimantan.
- Mangifera sumbawaensis Kostermans. Terbatas di Sumbawa dan Flores.
- Mangifera swintonioides Kostermans. Buah hanya berguna untuk sambal.
- Mangifera sylvatica Roxburgh; muang kluai (Thai). Menyebar mulai dari India hingga Indocina. Buah berukuran kecil, manis asam.
- Mangifera taipa Buch.-Hamilton. Endemik di Maluku (?).
- Mangifera torquenda Kostermans; asam putar. Ditanam untuk buahnya yang manis asam, yang dibuka dengan cara yang khas: diiris melingkar sepanjang kulit di tengah buah, lalu kulitnya diputar untuk melepaskan isinya.
- Mangifera zeylanica
macam mangga
Macam - macam Mangga
- Buah matang berwarna merah orange
- Rasa manis, agak berserat
- Aroma harum
- Bobot buah 200 - 400 gr
- Mulai berbuah umur 1 th dari bibit
- Buah matang berwarna merah keunguan
- Rasa manis, agak berserat
- Aroma harum
- Bobot buah 200 - 400 gr
- Mulai berbuah umur 1 th dari bibit
Mangga Sala - Buah matang berwarna kuning
- Rasa manis, tidak berserat
- Biji tipis
- Bobot buah 300 - 400 gr
- Mulai berbuah umur 1 th dari bibit
Mangga Falan
- Buah berwarna hijau, bentuk memanjang ujung runcing
- Buah muda manis renyah / crispy
- Buah tua tetap berwarna hijau, rasa sangat manis
- Bobot buah 250 - 400 gram
- Mulai berbuah umur 2 th dari bibit
Langganan:
Postingan (Atom)

